aku ingin kamu menjadi bagian dari dari napasku, bagian dari suara ku, bagian dari letihku, bagian dari hidupku hingga suatu ketika kamu juga bagian dari agamaku. Alasan terindah untuk mewarnai mendung, alasan terbaik untuk menyinari gelap adalah kau. Bukan karena Tuhan yang melukismu begitu sempurna, bukan juga tangan malaikat yang Tuhan anugrahi tapi semua karena kamu yang memilikinya. Sorot mata itu. Setiap menatapku. Begitu tajam namun menenangkan. Senyum itu, mengembang menjadi tawa dan aku sangat suka. Jemari-jemari itu seperti mengalirkan listrik setiap menyentuhku. Tangan kekar itu begitu kuat namun tetap hangat ketika menggenggam tanganku. Aku sangat menyukai itu. Setiap detik waktu ku bersamamu. Begitu mubazir untuk dilupakan. Setiap kalimat setiap kata dan setiap huruf yang kau kirimkan kepada ku selalu tersusun rapi dalam inboxku. Taukah kamu ketika bersamamu waktu begitu berarti? Taukah kamu waktu terasa berlari ketika aku menikmati kebersamaan kita? Getaran itu. Getaran saat kau memandangku. Getatan saat kau tersenyum kepadaku. Dan getaran saat kita habiskan malam. Itu semua hanya milikku. Hanya aku yang merasa. Hitam bukan putih juga bukan tapi abu-abu. Seperti kita. Kamu begitu abu-abu bagiku. Tapi aku suka. Aku menyukaimu. Sama seperti aku menyukai medung, kelam, dan abu-abu. Karena aku tahu, kamu ada ketika mendung dan kelam datang. Dan kamu adalah putih bagiku dan aku hitam bagimu. Sehingga kita abu-abu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar