3 Jul 2013

Kuas, Gambar, dan Warna


Dia bukan orang yang menyakiti hati ku, bukan juga orang yang memberiku harapan-harapan yang sebenarnya tidak pernah ada. Dia hanya orang yang datang membawa kuas dan cat air. Yang kemudian mewarnai kertas gambar milikku yang sudah lama kosong, yang hanya bisa aku gambar tanpa bisa aku warnai sendiri. Dia menggoreskan kuas warna pada tiap bagian yang kosong. Terlihat indah setelah ia beri sentuhan warna. Merah, jingga, kuning, biru, hijau dan ungu. Semua warna menyatu membentuk sebuah lukisan indah yang nyaris sempurna. Namun, dia terlalu jauh memberikan warna pada kertas ku. Hingga warna-warna yang tak pantas ia tuangkan ke dalamnya. Hitam! Aku tahu sebelum lukisan itu nyata aku harus menggambarnya dengan kuas dan tinta hitam. Tapi tak pernah sedikitpun aku mengira, warna itu akan muncul di tengah-tengah warna pelangi lainnya. Bagaimana pelangi akan indah bila ada hitam diantara warna-warna indahnya? Dia kembali menggoreskan warna. Kali ini tanpa kuas! Ia menuangkan begitu saja warna pelangi ke kertas gambarku. Sampai semua gambarku tertutup olehnya. Kemudian dia pergi meninggalkanku bersama kuas, gambar dan warna yang sudah tak beraturan itu. Aku berteriak. Mencari tahu apa yang sebenarnya tersirat dalam lukisan ini. Untuk apa dia mewarnai kertas gambar ku kalau hanya untuk merusaknya? Aku mulai berfikir. Seindah apapun warna pelangi, tidak akan terlihat indah apabila warna itu tak berada pada tempat yang tepat. Pelangi muncul setelah adanya kegelapan pada hujan. Aku sadar, dia bukan meninggalkan lukisan yang buruk. Dia justru memberikan warna-warni pada lukisan itu. Dengan warna-warna itu orang tak akan pernah tahu dibalik lukisan tak beraturan itu tersimpan lukisan yang indah yang hampir selesai. Lukisan itu tinggal menunggu pelukis yang bisa merubah warna tak beraturan itu menjadi lukisan baru dengan kuas dan tinta hitam. Bukan buruk, tetapi lebih indah. Karena pelangi tak akan pernah muncul jika hujan tak muncul duluan. 

elly  

ORANG BILANG


Orang bilang Tuhan itu SATU. Tetapi mengapa Tuhan ku tidak ber-AYAH dan ber-IBU sementara Tuhan mu ber-IBU Maria? Akankah Tuhan tetap SATU?

Orang bilang semua agama itu SAMA, hanya cara mengajarkannya yang berBEDA. Tetapi mengapa dalam agama ku anjing diharamkan sementara agama mu tidak? Akankah agama masih SAMA?

Orang hidup itu SATU tujuan. Tetapi mengapa tujuan ibadahku MASJID sementara kamu GEREJA? Akankah masih satu tujuan?

Orang bilang aku dan kamu TAK boleh dipersatukan karena PERBEDAAN iman dan keyakinan. Jika itu sebuah kesalahan, mengapa Tuhan ku dan Tuhan mu ciptakan rasa CINTA yang SAMA? Bukankah hidup ini indah karena PERBEDAAN? dan bukankah Tuhan tak pernah salah?

Orang bilang Tuhan memang SATU. Tetapi mengapa Tuhan ku tidak dibendakan sementara Tuhan mu berwujud Yesus? Akankah Tuhan masih SATU?

Orang bilang ibadah itu mendekatkan diri kepada Tuhan. Aku beribadah 5 kali dalam sehari sedangkan kamu 1 kali dalam seminggu. Akankah ibadahmu bisa mendekatkan diri pada Tuhan mu?

Aku mendengar Adzan sebelum beribadah sementara kamu dengar lonceng sebelum beribadah. Bahkan hal kecil seperti tanda ibadah kita pun BERBEDA, mana mungkin kita masih SAMA?

Orang bilang dalam kitab kita masing-masing, terdapat peraturan yang melarang kita untuk bersatu. Bukankah peraturan diciptakan bukan untuk dilanggar? Bukankah peraturan ditegakkan untuk menuju kemakmuran? Bagaimana kita akan hidup tenang jika melanggar sebuah peraturan? Jadi untuk apa kita tetap menjalani hubungan yang bahkan Tuhan pun melarangnya?

Aku jauh lebih takut kamu menjauhi ku dan membenciku daripada Tuhan ku yang murka. Aku yakin jodoh di tangan Tuhan. Bukankah jika aku jodohmu dan kamu jodohku Tuhan ku dan Tuhan mu akan mengizinkan kita untuk bersatu? Percayalah hidup bukan sebatas mencari jodoh dan cinta duniawi semata, tetapi jodoh dan kebahagiaan di Surga. Bukankah Surga kita sama? Jika bukan jodoh di sini, mungkin saja kita berjodoh di Surga. Percayalah semua ini. Tuhan tak pernah ingkar.