Ketaulah sayang, ketika matahari tengelam aku begitu takut. Entah. Juataan manusia berebutan mencari puncak tertinggi, menikmati matahari menghilang dari peraduannya. Berlomba-lomba mencari sunset terbaik. Namun tidak dengan ku. Hanya aku sajakah yang merasa? Bahwa semesta begitu kejam ketika aku bersama mu? Matahari seolah ingin segera menghilang. Bulan ingin cepat cepat menghiasi malam. Aku benci itu semua. Aku benci bahwa malam akan memisahkan kita. Bahwa aku, harus dengan ikhlas melihatmu menghilang di balik gang. Bahwa aku harus mengucap "selamat malam" melalui pesan singkat. Entah sampai kapan. Aku ingin pulang ketika malam. Aku ingin tersenyum melihatmu tertidur nyaman. Aku akan selalu merindukan cium di kening ku. Aku akan selalu merindukan bibirmu yang dingin ketika menciumku. Aku akan selalu merindukan tangan yang mendekapku dan menarik ke pelukan. Entah. Bersamamu guling dan bantal tak ku butuhkan. Berjanjilah padaku. Jangan pernah lelah dengan semesta. Tunjukanlah. Bahwa suatu hari nanti, semesta yang akan lelah memisahkan kita. Bahwa kamu akan selalu pulang bersamaku. Bahwa kita, akan berada pada atap dan kasur yang sama...
-juli-
