4 Jan 2013

hidup itu untuk belajar

aku hidup untuk belajar. belajar akan arti sebuah topeng. dari sini aku banyak belajar arti kehidupan. belajar bahwa terkadang mengetahui sebuah kebohongan jauh lebih indah. bahwa terkadang kebohongan tidak selamanya menyakitkan dan kenyataan tidak selamanya indah. disini juga belajar bersandiwara. tidak selamanya senyum itu bahagia dan air mata itu kesedihan. bahkan aku tahu kini, aku tersenyum di atas kesedihan. di atas kepedihan yang menekan hatiku. orang bilang hidup itu panggung sandiwara dan itu benar. di luar sana banyak sekali orang orang bertopeng. berlaku baik untuk menutupi kebusukannya, berlaku kasar untuk menutupi kelemahannya, berlaku kejam untuk menutupi penderitaannya. banyak sekali topeng. dulu aku pernah berfikir mengapa aku lahir ke dunia ini. mengapa aku harus terlahir diantara kemunafikan orang orang di sekitarku. terkadang aku harus mencari topeng yang pas untuk ku. untuk menutupi semua rasa yang ada di hatiku. seakan akan berlomba lomba mencari pujianlah hidup ini, mencari kalimat yang waah untuk hidupnya. sebenarnya untuk apa? apakah pujian itu akan menbawa ke hidup yang lebih nyata? tidak! hidup akan selalu seperti ini berputar seperti kincir angin, mengalir seperti air, berlalu seperti angin, dan berakhir seperti sebuah drama. aku harus memilih. aku tak bisa hidup seperti ini. aku tulis ini untuk selalu mengingatkan orang orang bahwa hidup itu untuk memahami bukan menyesalin. air mata bukan berarti kepedihan, dibalik tangis itu pasti akan ada hikmah yang datang. meresapi dan memahami air mata itu. jika menangis bersama orang yang disayangi, orang yang dicintai tak akan air mata itu terasa sakit. mungkin dari situ aku sadar bahwa aku tak perlu menangis. apalagi menangisi hidup yang cuma mampir  ini. aku hanya ingin bahagia, impian semua orang. namun, bahagia yang sesungguhnya itu apa? aku sendiri tak mengetahui benar arti sebuah 'kebahagiaan'. kadang saat sendirian aku merasa bahagia. bahagia karena aku tidak akan membuat orang lain bersedih melihatku sendirian. kadang saat kematian datang aku juga bahagia, bahagia karena dibalik kematian pasti ada kebersamaan. kadang saat tertimpa bencana aku pun bahagia, bahagia karena banyak kepedulian dan keihklasan. aku yakin tidak semua orang merasa bahagia. banyak sekali orang yang tidak bisa merasakan kebahagiaan dalam hidupnya. sebenarnya kebahagiaan itu bukan datang dengan sendirinya tetapi bagaimana kita mencari kebahagiaan ditengah kesedihan itu. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar